
Di tengah rutinitas yang padat, tak jarang perempuan lupa memberikan perhatian khusus terhadap area kewanitaan. Padahal, area ini sangat sensitif dan membutuhkan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatannya.
Mengabaikan kebersihan atau keseimbangan alami area kewanitaan dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti infeksi vagina, infeksi saluran kemih (ISK), bahkan berdampak pada kesuburan.
Salah satu aspek penting dalam merawat area kewanitaan adalah menjaga pH vagina tetap seimbang. Vagina yang sehat memiliki tingkat keasaman yang membantu melawan bakteri jahat. Ketika pH berubah akibat sabun yang tidak sesuai, douching, atau paparan zat asing, bisa muncul gejala seperti gatal, iritasi, atau nyeri.
Tips Merawat Area Kewanitaan dengan Tepat

1. Mandi Secara Rutin
Membersihkan tubuh secara teratur membantu menjaga area intim tetap bersih. Gunakan air dan sabun lembut tanpa pewangi, dan hindari menggosok berlebihan.
2. Gunakan Pembersih yang Aman dan pH Seimbang
Cukup gunakan air bersih atau pembersih khusus area kewanitaan yang tidak mengganggu flora alami, terutama saat menstruasi atau cuaca panas.
3. Basuh dari Depan ke Belakang
Untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina, bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang, terutama setelah buang air besar.
4. Ganti Pakaian Dalam Secara Berkala
Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan biarkan area intim tetap kering. Gantilah setelah berolahraga atau saat terasa lembap.
5. Rawat dengan Baik saat Haid
Selalu ganti pembalut setiap 4–8 jam dan hindari penggunaan produk berpewangi. Penggunaan sabun wangi, spray, atau pembalut dengan parfum bisa mengiritasi area kewanitaan.
6. Waspada saat di Toilet Umum
Gunakan pelapis dudukan toilet atau disinfektan yang praktis untuk mengurangi risiko terpapar bakteri.
7. Konsultasi ke Dokter Jika Ada Keluhan
Gatal, perih, bengkak, atau kemerahan di area kewanitaan bisa menandakan infeksi. Segera periksa ke dokter untuk penanganan yang tepat.
Kesalahan Umum Saat Merawat Area Kewanitaan

Terlalu Sering Mencucinya atau Pakai Sabun Keras
Terlalu sering membersihkan dengan sabun yang keras justru bisa mengganggu keseimbangan pH dan menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi.
Menggunakan Produk Perawatan Beraroma
Produk seperti bedak, tisu basah, atau semprotan kewanitaan sering mengandung pewangi kimia yang justru bisa mengganggu bakteri baik dan menyebabkan iritasi.
Jarang Mengganti Pembalut
Membiarkan pembalut terlalu lama bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur yang memicu gatal, bau tidak sedap, hingga infeksi.
Memakai Panty Liner Setiap Hari
Meski bisa menyerap keputihan, panty liner yang dipakai terus-menerus bisa meningkatkan kelembapan di area kewanitaan, membuat bakteri lebih mudah berkembang.
Merawat Area Kewanitaan Bikin Kesehatan Intim jadi Lebih Baik
Merawat area kewanitaan bukan hanya soal menjaga kebersihan, tapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan reproduksi. Perawatan yang lembut, rutin, dan tepat akan membantu kamu merasa lebih nyaman setiap hari dan terhindar dari risiko infeksi.
Jangan sampai rasa tidak nyaman mengganggumu! Utamakan kesehatan intimmu dan jadikan rutinitas harian. (xt)
Referensi
Bloom Obgyn. Accessed in 2025. Vaginal Hygiene: Dos and Don’ts.
Medical News Today. Accessed in 2025. Your guide to understanding Vaginal pH balance
National Library of Medicine. Accessed in 2025. Role of female intimate hygiene in vulvovaginal health: Global hygiene practices and product usage
Neomedix Healthcare. Accessed in 2025. Intimate Hygiene Mistakes Women.
The Royal Women’s Hospital. Accessed in 2025. How can I stay healthy down there?
